oleh

Final Open Turnamen Curup Old Star Berlangsung Ricuh (+Video)

LAGA final mempertemukan kesebelasan tuan rumah Curup Old Star melawan Murali Old Star yang digelar di Stadion Air Bang Curup, Minggu (17/11/2019) kemarin berlangsung ricuh. Seremoni pembagian hadiah yang sedianya langsung dilaksanakan usai laga final pun batal total. Di menit 15 babak kedua, pemain kedua kesebelasan terlibat baku hantam. Kericuhan semakin menjadi setelah sejumlah supporter kedua belah pihak ikut masuk lapangan dan terlibat perkelahian massal

CURUP– Kericuhan bermula ketika terjadi adu bodi antara stiker Murali Old Star dengan kiper Curup Old Star. Tabrakan keras yang menimbulkan cidera bagi sang kiper tuan rumah itu dianggap suatu tindak  kesengajaan, sehingga memancing emosi para pemain Curup Old Star yang kemudian mencoba melakukan penekanan terhadap pemain Murali Old Star. Para pemain Murali Old Star pun tak tinggal diam. Melihat rekan mereka didesak mundur, para pemain Murali Old Star menunjukkan sikap melawan. Perkelahian massal pun tak terelakkan.

Keadaan kembali tenang setelah panitia dan sejumlah petugas kepolisian berseragam menerjunkan personelnya. Meski demikian pertandingan babak kedua tersebut tidak dapat dilanjutkan. Tim asal Musirawas Lubuklinggau (Murali Old Star, red) lebih memilih menyerah dan langsung pulang ke daerah mereka.

Sebelumnya, pertandingan final kompetisi perdana yang digelar dalam rangka HUT ke- 1 Curup Old Star ini berlangsung normal layaknya pertandingan sepak bola pada umumnya. Sejumlah Pengurus Cabang (Pengcab) PSSI Rejang Lebong, pejabat Dinas Pemuda dan Olahraga Rejang Lebong, dan pihak sponsor tampak hadir menyaksikan jalannya pertandingan dari tribun eksekutif. Sementara ratusan penonton tampak berjejal memenuhi tribun utama.

Di babak pertama, para pemain kedua tim yang diketahui berusia rata-rata di atas 35 tahun itu tampak saling unjuk kebolehan dan sama-sama berusaha menjebol gawang lawan. Permainan tampak imbang. Beberapa kali peluang emas tak bisa dimanfaatkan oleh pemain masing-masing. Papan skor baru berubah pada menit ke 27 setelah penyerang Curup Oid Star, Erik, berhasil membobol gawang lawan lewat tendangan kaki kanannya. Skor 1-0 ini bertahan hingga wasit meniup peluit turun minum.

Ketua panitia pelaksana, Prismi Widodo, yang diwawancara wartawan di awal pertandingan mengatakan, sebelum laga final ini, telah bertemu Pagaralam Old melawan Jambi Old Star dengan kemenangan telak 4-0 untuk kesebelasan Pagaralam Old Star. Kemenangan ini menjadikan Pagaralam Old Star sebagai juara III di kejuaraan tersebut.

“Turnamen ini kita gelar selama 2 hari sejak 16-17 November 2019 di 2 lokasi, yakni di Stadion Air Bang dan di Lapangan Pandawa 144/ Jaya Yudha. Turnamen ini digelar dalam rangka ulang tahun Curup Old Star yang pertama memperebutkan hadiah total Rp 10 juta,” kata Prismi.

Turname ini sendiri diikuti 8 tim se- Sumbagsel. Antara lain Old Star Murali (Musirawas Lubuklinggau), Old Star Kepahiang, Old Star Jambi, Old Star Bengkulu, Old Star Pagaralam, Old Star Bengkulu Utara, dan Old Star Curup selaku penyelenggara. (aya)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed