oleh

Mantan Kades Air Mundu Ambil Alih Tugas Tim PTPKD

TERBONGKARNYA dugaan korupsi pengelolaan keuangan Desa Air Mundu Kecamatan Bermani Ulu tahun anggaran 2017 oleh Satreskrim Polres Rejang Lebong, mengungkap dugaan adanya praktik penguasaan oleh oknum kepala desa terhadap penggunaan dan pengelolaan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD). Sebagaimana pengakuan tersangka ET, mantan Kades Air Mundu, hal ini tergolong lumrah dilakukan di setiap pemerintahan desa.

CURUP– Dalam press release yang digelar Satreskrim Polres Rejang Lebong Rabu (27/11/2019), terungkap adanya modus ambil alih tugas Tim Pelaksana Tekhnis Pengelolaan Keuangan Desa (PTPHD) dalam proses pencairan maupun penggunaan APBdes. Dengan kata lain, ET mencairkan sendiri anggaran tersebut di Bank Bengkulu, dan juga membuat laporan pertanggungjawaban (SPj) keuangan sendiri, tanpa melibatkan Tim PTPHD.

“Sdr ET memanipulasi laporan pertanggungjawaban dengan memalsukan dokumen pengelolaan keuangan untuk pemeriksaan. Perkara ini masih kita dalami guna mengungkap kemungkinan adanya keterlibatan pihak-pihak lain,” terang Kasat Reskrim.

Selain itu, tambah Andi Kadesma, ET juga me-mark up harga satuan bahan bangunan fisik, tidak menyetor pajak ke kas daerah, dan bangunan fisik yang menjadi objek dalam perkara ini tidak sesuai Rancangan Anggaran Biaya (RAB).

Sekedar diketahui, pada tahun anggaran 2017, Pemerintah Desa Air Mundu Kecamatan Bermani Ulu mendapat kucuran dana senilai Rp 746.993.200 yang bersumber dari Dana Desa (APBN, red) dan Rp 380.665.000,- dari ADD (APBD Rejang Lebong, red).

Anggaran ADD digunakan untuk penghasilan tetap (Sitap) kepala desa dan perangkat desa senilai Rp 120 juta, penyelenggaraaan pemerintahan desa senilai Rp 24,5 juta, pembangunan jalan rabat beton senilai Rp 121 juta lebih, pembinaan kemasyarakatan desa senilai Rp 16 juta lebih, dan penyertaan modal BUMDes senilai Rp 98 juta lebih.

Sedangkan anggaran DD digunakan untuk pembangunan jembatan beton senilai Rp 70.922.800, pembangunan plat deuker senilai Rp 7,7 juta lebih, pembangunan TPT senilai Rp 110 juta lebih, pembangunan jalan Lapen senilai Rp 341 juta lebih, pembangunan jalan rabat beton senilai Rp 185 juta lebih, dan pembangunan Pamsimas senilai Rp 29 juta lebih. Sementara masih tersisa di kas desa sebesar Rp 2.019.880,-. (aya)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed