oleh

Tanam Ganja di Kebun Kopi, 2 Warga Ditangkap

SEHARI setelah Satres Narkoba Polres Rejang Lebong menemukan ratusan batang ganja di kebun cabe di areal perkebunan Desa Lubuk Alai Kecamatan Sindang Beliti Ulu, pada Sabtu (4/1/2020) dinihari, giliran Polsek Bermani Ulu yang menemukan 27 batang ganja di kebun kopi milik warga Desa Kampung Melayu Kecamatan Bermani Ulu. Tanaman ganja yang diperkirakan berumur 2 – 3 bulan itu kemudian dicabut dan dibawa petugas untuk dijadikan barang bukti pengembangan.

Kapolsek Bermani Ulu Ipda Singgih menunjukkan tanaman ganja yang tumbuh di bawah batang kopi kepada tersangka Ka si pemilik kebun.

CURUP – Kapolres Rejang Lebong AKBP Jeki Rahmat Mustika, S.Ik melalui Kapolsek Bermani Ulu Ipda Singgih menerangkan, terungkapnya tanaman ganja di kebun warga ini berawal dari informasi masyarakat terkait adanya tanaman ganja di salah satu kebun kopi warga setempat. Informasi itu pun ditindaklanjuti dengan melakukan penelusuran. Dan benar saja, di lokasi yang diinformasikan, petugas menemukan batang-batang ganja tumbuh di atas baris (bedeng) tanaman kopi.

Tanaman ganja yang diperkirakan berumur 2 – 3 bulan.

“Jarak kebun hanya sekitar 2 kilometer dari pemukiman penduduk. Jalan menuju lokasi juga bagus, bisa dilintasi kendaraan roda empat,” terang Singgih.

Atas temuan itu, saat itu juga Ipda Singgih langsung melapor ke Kapolres Rejang Lebong. Atas petunjuk pimpinan, Ipda Singgih bersama Kanitres Polsek Bermani Ulu Aipda Umar dan beberapa anggotanya, langsung bergerak menuju kediaman pemilik kebun yang diketahui berinisial Ka (41), warga Dusun IV Desa Kampung Melayu Kecamatan Bermani Ulu.

Tanaman ganja yang diperkirakan berumur 2 – 3 bulan.

Dari introgasi awal yang dilakukan, Ka mengakui jika kebun kopi tersebut benar miliknya. Dia juga mengaku mengetahui keberadaan tanaman itu namun berkilah tidak mengetahui nama tanaman itu,

“Kita pun mengorek informasi dari Ka terkait asal usul ganja di kebunnya itu. Dan Ka akhirnya mengakui jika tanaman ganja itu adalah milik An (26), warga Desa Slamet Sudiarjo. Dalam perjalanan kembali ke mapolsek, kita datangi kediaman An kemudian membawanya ke polsek. Kita juga sempat melakukan penggeledahan kediaman An, dengan disaksikan perangkat desa. Sebab ada informasi bahwa An juga menjadi bandar narkoba di sini,” jelas Singgih.

Terhadap 2 warga yang kemudian ditetapkan sebagai tersangka ini, dijerat dengan Pasal 111 ayat (1) Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. (aya)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed