oleh

Tersangka Disorak dan Dicaci Maki Warga Rekonstruksi Pembunuhan Janda Sekeluarga

KAMIS (31/1/2019) siang, penyidik Unit Tindak Pidana Umum (Tipidum) Satreskrim Polres Rejang Lebong menggelar rekonstruksi (reka ulang) kasus dugaan pembunuhan janda dan dua anaknya yang terjadi di kawasan Simpang Suban Air Panas Curup pada Sabtu (12/1/2019) lalu. Rekonstruksi dilakukan di kediaman korban yang menjadi tempat kejadian perkara (TKP). Reka ulang ini dilakukan untuk melengkapi atau membuat terang benderang keterangan tersangka sebagaimana termaktub dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang sudah dilakukan penyidik selama dua pekan pasca kejadian.

Untuk kelancaran proses rekonstruksi, tak kurang dari 100 personel polisi dari seluruh satuan yang ada di jajaran Polres Rejang Lebong dikerahkan ke lokasi rekonstruksi. Ditambah lagi dengan bantuan pengamanan yang melibatkan puluhan personel Polsek Curup dan sejumlah personel Brimob Simpang Nangka bersenjata lengkap.

“Pengamanan ekstra ketat sengaja kita lakukan guna menghindari hal-hal yang tak diinginkan, mengingat kasus ini sudah menyita perhatian publik karena perbuatan tersangka yang membunuh korban dan dua anaknya itu dinilai sangat sadis dan tak manusiawi,” terang Kapolres Rejang Lebong AKBP Jeki Rahmat Mustika, S.Ik melalui Kabag Ops AKP Arie Yansyah didampingi Kasat Reskrim AKP Jery A Nainggolan, S.Ik usai rekonstruksi.

Dalam rekonstruksi yang dilakukan sebanyak 45 adegan tersebut diketahui, bahwa alat bantu yang digunakan tersangka Jamhari Muslim (34) melakukan pembunuhan terhadap korban dan dua anaknya itu yakni menggunakan kayu berbentuk alu dan senjata tajam jenis pisau dapur serta menjerat para korban menggunakan kabel carger laptop dan kabel listrik. Kabel carger dan kabel listrik yang dijeratkan ke leher masing-masing korban adalah upaya untuk memastikan ketiganya benar-benar sudah meninggal dunia.

Usai membunuh ketiga korban, tersangka lalu mengumpulkan para korban dalam satu kamar di bagian tengah rumah. Bahkan sebelum meninggalkan TKP, tersangka sempat melakukan pelecehan seksual terhadap salah satu korban, namun tidak sampai diperkosa.

Di adegan terakhir, sebelum kemudian melarikan diri menggunakan mobil korban yang terparkir di teras depan rumah, tersangka sempat mengambil uang senilai Rp 600 ribu milik korban, lalu mempreteli gelang dan cincin emas milik korban, dan mengambil 3 unit Hp milik korban dan anaknya. Bahkan sebelum masuk ke dalam mobil, tersangka masih sempat mematikan lampu yang menyala di teras rumah korban dengan maksud agar dirinya tak terlihat jelas.

Untuk mengelabui kemungkinan ada warga di sekitar kediaman korban, mengingat suasana di TKP saat itu sudah beranjak terang, tersangka memakai jilbab milik korban, baru kemudian keluar membawa mobil jenis Suzuki APV (warna gold) Nopol BD 1702 LO yang kemudian oleh tersangka diparkirkan di halaman belakang RSUD Curup.

Pantauan wartawan, pelaksanaan rekonstruksi yang digelar di TKP yang berada persis di pinggir jalan raya tersebut, menjadi tontonan masyarakat sekitar. Bahkan sejumlah pengendara yang melintas di jalan umum ini juga menyempatkan berhenti guna menyaksikan jalannya rekonstruksi. Beruntung petugas kepolisian sudah mengantisipasi keramaian lokasi dengan menerjunkan puluhan Polantas, sehingga tidak menimbulkan kemacetan lalu lintas.

Ratusan warga yang menyaksikan jalannya rekonstruksi juga terlihat patuh dengan tidak melewati area yang dipagari petugas dengan garis polisi. Massa hanya berdiri di pinggiran jalan di seberang TKP. Warga yang geram dengan perbuatan tersangka hanya bisa menyirak dan melontarkan caci maki pada saat tersangka digiring petugas untuk masuk dan saat keluar dari TKP rekonstruksi. Petugas menyimpulkan, motif kejadian ini dilatarbelakangi sakit hati tersangka terhadap korban yang disebut-sebut menolak ajakan tersangka untuk kembali rujuk. (aya)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed